Babinsa Simpang Kiri Bantu Petani Halau Burung Pengganggu Tanaman Padi

 

ACEH TAMIANG,MEDIA CENTER DIM 0117/ATAM- Meski postur tubuhnya kecil dan mungil. Burung pipit yang dikenal dengan burung Emprit ternyata cukup merepotkan para petani. Pasalnya jika menyerang tanaman padi yang mulai menguning bisa habis butiran padinya, yang akhirnya bisa gagal panen petani.

Hal ini karena cara hidup dan saat mencari makan burung yang satu ini secara bergerombol antara 10 hingga 30 ekor setiap rombongannya. Menyadari serangan ini, Babinsa Pos Ramil Tenggulun di bawa Koramil 07/Kejuruan Muda jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang Serka Harun bergantian membantu petani mengusir burung pipit dengan alat tradisional Kresek tarikan Rafiyah bertempat di Lahan Sawah Buk Sukiem, Desa Simpang Kiri Kecamatan Tenggulun, Kabupaten  Aceh Tamiang, Sabtu (09/01/2021).

Serka Harun mengatakan hama burung pipit dan sejenisnya menyerang bulir tanaman padi, berbagai jenis hama burung ini merusak, menghisap, dan memakan biji bulir padi yang baru keluar yang nantinya akan menjadi gabah.

“Biasanya hama burung ini berdatangan dari hutan pada pagi dan sore hari, saat ini petani harus intens melakukan pekerjaan mengusir hama burung, hal ini dilakukan hingga memasuki masa panen, kalau tidak dijaga, tanaman akan rusak dan biji padi akan habis dihisap, sehingga tidak bisa lagi dipanen, “ucapnya.

Ia juga menambahkan untuk pengusiran burung penganggu tanaman padi bisa dilakukan dengan alat tradisional seperti membuat orang-orangan sawah, umbul-umbul, menggunakan kaleng bekas, memasang plastik kresek, dan lain-lain," kata Serka Harun.

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan, pemasangan alat tradisional pengusir burung dapat dilakukan dengan tujuan untuk menghalau burung agar tidak menyerang tanaman padi yang sudah mulai berisi benih.cara ini merupakan salah satu upaya petani agar hasil tanaman padi tidak diganggu burung, sehingga hasil panen yang diperoleh petani dapat maksimal,”jelas Serka Harun. 

PENULIS: Pendim0117atam

Komentar

 
banner