Menindaklanjut Kejadian Anak Yang Memaksa Orang Tuanya Beli Kereta Treal. Babinsa Sambangi Rumah Orang Tua Sie Anak.

ACEH TAMIANG,MEDIA CENTER DIM 0117/ATAM- Perbuatan yang dianggap melawan orang tua seperti berkata kasar atau intimidasi secara fisik maupun psikis kepada orang tua sangat di sayangkan dan tidak boleh dilakukan. Seharusnya sebagai Anak berbahkti kepada orang Tuanya.

Lain dengan anak bernama Rafi'i iya tega melakukan tindak kekerasan, mengancam apalagi mau membacok orang tuanya gara gara ingin memiliki sebuah kereta Treal, sangat sangat di sayangkan dan tidak di benarkan sebagai seorang anak.

Melalui laporan dari Koptu Ismail ke Babinsa Sertu Wahyudi Koramil 07/Kejuruhan Muda, Kodim 0117/Aceh Tamiang. Danramil Kapten Inf Nunu Rukmana memerintahkan Babinsanya segerah mengecek dan menindak lanjuti tentang kejadian yang ada di wilayahnya yang berada di di Dusun Harum Sari, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruhan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat Pagi Kemarin.
Sabtu (29-01-2022)

Dalam penyampaian Babinsa Sertu Wahyudi kepada orang tuanya Untuk anaknya jangan sampai tidak sekolah.. harus Sekolah. Mengenai iya meminta kereta Treal jangan di berikan. Dalam kesempatan itu juga Sertu Wahyudi menasehati Rafi'i sebagai  anak harus berbahkti kepada orang tua dan tidak boleh memperlakukan orang tua kita sendiri dengan mengancam apalagi sampai mau bacok orang tuanya. Dan Babinsa Wahyudi juga sempat menanyakan kelak iya besar ingin menjadi apa untuk meraih cita cita. Dengan jawaban yang membuat kaget Koptu Ismail Dan Sertu Wahyudi iya berkata Nggak ada, aku maunya minta kereta Treal. Sungguh miris mendengarnya.

Koptu Ismail juga menjelaskan Malam ini kata orang tuanya ,anak ini membanting hp ,karna tidak di belikan kereta, Orang tuanya mohon bantuanya. Untuk direhap saja anaknya.

Dengan berpenghasilan Orang tuanya, bapaKnya kerja deres karet orang dengan pendapatan gaji 1juta Sebulan sedangkan  mamaknya hanya kerja nyuci baju orang dan jaga anak orang gajinya pun 1 juta. Ungkap Koptu Ismail.
PENULIS: Pendim0117atam.

Komentar

 
banner